Minggu, 20 Oktober 2019

Berkemah Bersama Keluarga (Camp With Family) di Taman OTCA


Camp With Family
(Berkemah Bersama Keluarga)

Lagi-lagi belum bisa move on dari tempat ini hehehe....entahlah, rasanya menyatu dengan alam sangatlah menyenangkan.
Apalagi melihat hamparan hijau nan menyejukkan ciptaanNya. Semakin tak hentinya mengucap syukur atas karunia indah dariNya.


Ceritanya, Dua bulan lalu saya bersama keluarga berlibur ke sebuah tempat. Kami sekeluarga dan beberapa keluarga teman yang lain melakukan kegiatan berkemah bersama keluarga. Bahasa lebih kerennya camp witth family. Kegiatan tersebut semakin menambah kebahagiaan tersendiri loh teman-teman. Hehe



Nah, kami melakukan kegiatan liburan yang bermanfaat di Taman OTCA (Out Bond Tranggulasih Culture Adventure) yang bertempat di Desa WinduJaya Kedung Banteng Purwokerto Propinsi Jawa Tengah.

Camp with family di OTCA merupakan kegiatan yang sangat nyaman dan ramah anak. Nggak bakal nyesel deh camping disana. Bikin lagi, lagi, lagi dan lagi dehhhhh hehehe

Selain ramah anak, tempat tersebut sangat bersih, nyaman dan tenang. Irit di budget juga loh teman-teman.

Tiket masuk per orang hanya 15 ribu rupiah, sewa tenda plus matras seharga 50 ribu rupiah. Fasilitas kamar mandi sudah pakai sepuasnya, mushola dan listrik pun ada juga. 

Taman OTCA merupakan tempat yang cocok sekali untuk berkemah sekeluarga, ada permainan flying fox, sepeda terbang, outbond, games seru, dan camping ceria.



Yuk, teman-teman sahabat dumay. Segera agendakan ya camp with family di Taman OTCA 😍😍😍


#ODOPBATCH7
#ONEDAYONEPOST
#KOMUNITASODOP
#Tantanganpekan6
#HappyCampingwithfamily😍😍😍

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tasbih Cintaku Pada-Mu


Tasbih cintaku pada-Mu

Doa yang berlimpah
Di bulan penuh berkah
Terbuai diri pada Sang Kuasa
Bertekuk sujud pada-Nya

Sucikan hati
Jernihkan pikiran
Bersimpuh dalam belai-Mu
Berharap ampunan-Mu

Ayat ayat suci merdu terdengar
Khatamkan Alquran
Insya Allah jadi tuntunan
Di bulan penuh keberkahan

Ya Allah
Akankah  kujumpa lagi
Bulan suci
Bulan penuh barakah

Asaku bertemu harap
Dalam remang cahaya
Hanya doa yang bisa kupanjatkan
Lafazkan asma keagungan-Nya


Clp,  19 Oktober 2019

#odopbatch7
#onedayonepost
#komunitasodop

Jumat, 18 Oktober 2019

Rindu dan Resti



Rindu dan Resti

Menghilangkan rindu padamu
Hal yang tak mungkin
Sama seperti
Mentari terbit dari sisi barat

Berada jauh darimu
Bagai dalam lakuna
Diam
Tanpa napas

Tetapi,
Saat dalam dekapmu
Hasratku berbisik
Menyanyikan berjuta puisi

Harumnya petrikor
Arunika yang membelai
Rasa yang bercerita
Saat berdua

Hembusan napasmu
Mengalir lembut
Menghirup aroma cinta
Restiku tak bertepi

Jika ini hanya efemeral
Kuingin halangi waktu
Selalu
Bersamamu


BSD, 18 Oktober 2019

#Odopbatch7
#onedayonepost
#komunitasodop

Kamis, 17 Oktober 2019

Senandung Rindu



Senandung Rindu

Matamu memancarkan cahya
Seindah arunika
Berkilau lembut
Laksana  pancarona

Hanya mengagumimu
Dalam diam dan tanya
Mengalun perlahan
Dalam atma nan lara

Gamang hatiku
Melepasmu pergi
Menahan rindu
Dalam hati

Semua anca
Akan terlewati
Berharap engkau
'kan kembali

Kutitipkan rasa
pada payoda
Tentang rindu
yang membara

Dalam bait-bait doa
yang tertunda
Semoga engkau selalu ada
dalam dekapan-Nya

Cilacap, 17 Oktober 2019
🍃asma cnr🍃

#odopbatch7
#onedayonepost
#komunitasodob

Rabu, 16 Oktober 2019

Aku dan Kau



Aku dan Kau
Oleh : asma cnr

Masa bersua getarkan rasa
Debar-debar jantung menggelora
Entah mengapa kau ada
Mungkin, Allah telah tuliskan kau di sana
Kau adalah belahan jiwa

Aku dan kau berjumpa
Dalam sekolah yang sama
Saat menimba ilmu di SMA
Kau kelas tiga, aku kelas dua

Lalu kita sering bertemu
Di perpustakaan itu
Baca buku
sebagai alasan 'tuk bertemu

Kau curi pandang padaku
Ketika mata beradu
Senyum mengembang syahdu
Indahnya perjumpaan itu

Kau dan aku
Kini menjadi satu
Semakin bersatu padu
Membangun istana yang baru
Penuh romantisme selalu
Aku semakin jatuh cinta kepadamu

Cilacap, 16 Oktober 2019
 🍃asma cnr🍃

#odopbatch7
#onedayonepost
#komunitasodop

Selasa, 15 Oktober 2019

Sujud Bersamamu


Sujud Bersamamu
Oleh : asmacnr_26

Tak kuasa kubendung hujan dari bola mataku
Terucap syukur pada Sang Penciptaku
Mencium arumi tanganmu
Saat takdir mempersatukan diriku dan dirimu

Pair jantungku saat kautatap
Perjuanganmu bak romansa pujangga
Bercerita kala anca menjulang asa
Dirimu teguh, kuat dan mantap

Siapa sangka
Skenario hidup penuh rahasia
Tertutup rapi berjudul takdir cinta
Aku dan kamu kini merajut asa

Saban hari kumenantimu
Saban waktu kumerindumu
Bersamamu shyam berlalu
Kenyamanan terpatri selalu

Kini kau imam hidupku
Terharu pada mata sendu
Berbisik memuji dalam candamu
Bersujud mengungkap jamanika cintaku dan dirimu

Cilacap, 15 Oktober 2019
asmacnr_26

#odopbatch7
#onedayonepost
#komunitasodop

Senin, 14 Oktober 2019

Fragmen Hati Part 2


Oleh : asma_cnr

      Tiga tahun rasanya cepat berlalu, roda kehidupan terus berputar atas kehendak-Nya. Namun mengapa luka ini masih terus menganga. Ketika itu, tepat tanggal 1 September 2018. Adik Yoyo bernama Eno sedang melangsungkan pernikahan. Kebetulan, keluarga besarku diundang oleh keluarga Yoyo.

Tepat acara ijab qabul, kakak sepupu dari ibuku menghadiri acara tersebut. Melihat mereka datang rasanya senang sekali. Aku segera mendekati mereka. Lalu kuajak mereka ke ruang tamu. Di ruang tak begitu besar, ada Eno dan Tesi kakak iparku. Nah, selayaknya saudara. Aku dengan wajah sumringah memperkenalkan saudaraku.

     Ketika itu, rasanya aku menemukan keganjilan. Saudaraku tak disambut dengan ramah. Hanya disambut dengan pandangan sinis yang mereka tampakkan. Melihat suasana seperti itu hatiku mulai bergejolak. Semakin meradang sukmaku.

     Selama tiga tahun, kuberusaha kuat, kuberusaha sabar dan tegar menghadapi saudara-saudara suamiku. Hari itu, hari pernikahan Eno, puncaknya atmaku menyeruak. Selaksa halilintar yang terus bergemuruh hebat memekakkan dunia dan seisinya.

    Setelah kupersilakan duduk, kakak sepupuku bersama yang lainnya. Aku berjalan menuju tenda bagian prasmanan. Aku memilih duduk lalu Yoyo mendekatiku. Karena mendapatiku dengan wajahku yang sudah berubah 180 derajat. Muka ceria yang kumiliki berubah menjadi memerah menyala menahan amarah yang menyesakkan dada.

      "Na, Mbak Iko dan Mbak Re sudah disapa belum?" Tanya Yoyo seakan ia tak tahu bahwa petir mulai menggelegar di dalam sukmaku.

Aku cukup mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Yoyo.

"Yuk, Temani mbak Iko dan mbak Re ya di ruang tamu, kasihan kan taka da yang menemani?" ajak Yoyo kepadaku.

Namun aku masih terdiam dan kaku. Rasanya badan semakin tak mampu bergerak. Wajahku seakan merah membara, aku menatap tajam Yoyo. Aku tarik nafas dalam lalu aku berkata, 
   
 "Mau keluargamu apa? Jika memang berniat mengundang saudaraku, mengapa harus disambut dengan tatapan sinis?! Tamu itu harus disapa dan dihormati. Bukan malah dicueki dan dipandang sinis?!."

Yoyo pun semakin memerah wajahnya, dengan menahan amarahnya. Ia jawab, "bisa tidak di acara seperti ini jangan menyulut amarah?"

Aku sudah muak dan bosan dengan suasana yang semakin memanas sukmaku. Aku pun berlari menuju ruang belakang rumah. Terdapat ruang kosong. Kumenangis sejadinya di ruang itu. Aku berusaha melirihkan suara tangisku. Namun, ketika itu Icha melihat aku sedang tergugu menangis. Icha mendekat dan berkata,  "Umi, kenapa mengangis? Kenapa umi menangis disini?"

    "nggak apa-apa. Cha. Umi hanya ingin menangis disini. Sekarang icha kedepan saja ya. Biarkan umi di sini." Jawabku sembari mengelap bulir huan dari netraku.

Kemudian Icha berlari keluar ruangan sembari teriak memanggil suamiku, BapakbapakUmi nangis di belakang.

Mbak Iko dan mbak Re mendengar Icha memanggil Ayahnya. Kemudian mencari keberadaanku. Dan akhirnya menemukanku di kamar belakang. Lalu dipeluklah aku. Aku menangis histeris setelah dipeluk mbak Iko. Rasanya lukahatiku yang telah lama kusimpan sendiri terluapkan dengan menangis yang luar biasa.

"Kenapa Is?" Tanya mbak Iko sembari memelukku.

"Maafin Isna ya mbak, Isna nggak kuat di sini. Melihat mbak Iko dan mbak Re dipandang sinis oleh mbak Tesi rasanya aku benci sekali."

     "Ya Allah, Nnanggak apa-apa, na. Isna jangan berpikir macam-macam ya" ucap mbak Iko sembari mengelus punggungku perlahan.

"Aku sedih mbak, mau sampai kapan aku seperti ini?" ucapku seakan rasanya hidupku sudah tak berarti lagi.

"Mbak Iko tahu, Isna sudah lama menahan luka dari sikap keluarga Yoyo. Sekarang Isna belajar untuk mencoba tenangkan diri, perbanyak istighfar. Itu kuncinya ya, Isna sayang." tegas mbak Iko berusaha menenangkanku.

"AstghfirullahalAdzim...kenapa aku seperti ini, mbak Iko?" Aku semakin memeluk erat mbak Iko.

        "Mbak Iko percaya, Isna bisa bangkit dan semangat dari keterpurukan ini. Jangan terus simpan lukamu. Ayo, teruslah bangkit dan buka hatimu, Na. bahwa dalam rumah tangga itu banyak orang di sekelilingnya. Tiap orang mempunyai karakter masing-masing. Setiap orang juga berhak suka dan tidak suka. Jika memang ada beberapa keluarga Yoyo tidak suka dengan Isna. Semua itu wajar, sayang." Ucap mbak Iko. Ia berusaha menasihatiku supaya aku terus bangkit dan semangat menjalani hidup berumah tangga.

Siang itu suasana panas cetar membahana seperti hatiku. Meski hatiku tersayat dan terluka dalam tangisku. Aku terus berpikir dan meyakinkanku bahwa selama tiga tahun ini kuberusaha menahan luka yang menganga tapi aku harus kuat, sabar dan tegar.

     'Bukankah aku sudah berjanji pada diriku bahwa aku harus bangkit dari keterpurukan. Saat ini aku adalah istri Yoyo. Diyah adalah Diyah., sosok yang sudah bahagia bersama-Nya. Aku tak ingin peduli lagi apa yang kakak iparku perbuat.
Aku harus fokus pada tujuan hidupku. Bahagia bersama Icha gadis semata wayangku dan Yoyo suamiku, yang kelak akan membawaku ke surga bersama cinta-Nya. Harapan akan selalu terpatri dan memperkuat janji dalam diri ini.

Kunci kebahagiaan adalah terletak pada menerima dan memaafkan. Menerima segala ketentuan dari-Nya dan memaafkan segala ujian yang ditempakan oleh makhluk-Nya serta bagaimana membawa diri menjadi pribadi yang ikhlas jika bertemu cinta-Nya.

#Odobbatch7
#onedayonepost
#komunitasodob